Home > Celoteh Hati > Memaknai puasa dengan hati yang lembut..

Memaknai puasa dengan hati yang lembut..

Dony sadar dirinya menderita penyakit Alzhermer dan ingatannya bakal hilang. Ia takut kelak tak bisa mengenali istri dan anaknya lagi sehingga ia menulis di catatan hariannya demikian :

“Sayang, akan tiba harinya aku lupa segalanya. Tidak mengenalimu dan anak-anak, meski kalian di dekatku. Saat itu terjadi, maafkan aku! Ingatlah, aku sangat mengasihimu.”

Esoknya, sang istri membaca tulisan suaminya sambil menangis. Ia menulis dibawahnya :

“Sayang, jika semua itu terjadi, aku akan merawatmu. Engkau telah melamarku dan setia disampingku puluhan tahun. Aku mengasihimu bukan karena engkau mengingatkanku, tetapi karena aku mengingatmu.”

Betapa indahnya pasangan yang saling memberi dorongan semangat. Dengan kata-kata penuh kasih, mereka “bertolong-tolongan menanggung beban”. Sayangnya, banyak orang lebih suka meluncurkan kritik yang melumpuhkan. Padahal seharusnya, sekalipun kekasih kita melakukan pelanggaran, kita tak perlu melukainya dengan kata-kata kasar. Ia perlu dipimpin kembali “dalam roh yang lembut”.

Mengapa? karena dengan bertindak kasar, kita menempatkan diri seolah-olah lebih baik, lebih berarti. Kita jatuh dalam kesombongan. Kritik pedas itupun menghancurkan!! hanya kata-kata penuh kasih yang bisa memulihkan.

Orang-orang di sekitar kita sangat memerlukan kata-kata pendorong semangat. Sudahkah kita memberikannya? Apakah yang memenuhi mulut kita; pujian atau makian? Kata-kata penuh kasih atau kritikan? Mari kita gunakan lidah kita untuk menguatkan seseorang hari ini…. tidak hanya didalam bulan suci ini, tetapi juga untuk selama-lamanya. (dms)

Categories: Celoteh Hati Tags: , , ,
  1. telapakjari
    September 21, 2008 at 12:31 am

    Begh.. bulan ramadhan… bulan puasa.. tapi gak ada yg coment disini..
    ck ck ck… kafir smua !!!😦

  2. lestari
    September 21, 2008 at 12:07 pm

    hmmmmmm……….jalani hidup dengan pasrah dan tetaplah tersenym, semoga semua cepat berlalu

  3. telapakjari
    September 21, 2008 at 12:12 pm

    @lestari
    met puasa ya.. ^_^
    thanks dah masuk sini..
    ternyata cm kita be dua yg gak kafir..
    wkwkwkkw😀

  4. adel
    September 23, 2008 at 11:14 am

    maaf yeee..
    ane bukan kafir
    :-p

  5. lilyanaput
    September 23, 2008 at 7:22 pm

    weks….enak ja bilang kafir…kan bacanya diresapi mazz…mknya jd susah bwt kasih comment disini…uuhh

  6. telapakjari
    September 24, 2008 at 7:16 am

    @adel & @lilyanaput

    yo wes kalian bukan kafir.. hehehe..
    :d

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: